Banar Fil Ardhi
Busana pengantin tradisional Majapahit.

Sekitar 500 undangan yang terdiri dari isteri pejabat dan Duta Besar negara asing di Athena, anggota Women International Club (WIC), pengusaha dan undangan dengan antusias mengikuti prosesi pernikahan yang dibawakan 32 peserta Asosiasi Perias Pengantin Seluruh Indonesia (HARPI Melati).

Pementasan adat perkawinan Sunda dan Bangka tampil memikat pada acara "Indonesian Traditional Wedding Festival yanh sebelum prosesi pernikahan ditampilkan, anggota HARPI, Ny. Lilis Zakaria juga memperagakan kebolehannya dalam merias pengantin yang mengundang decak kagum para pengunjung di Hotel Divani Caravel, Athena, ujar Sekretaris Kedua, Widya Sinedu kepada koresponden Antara London, Sabtu.

Selanjutnya, prosesi adat Sunda mulai dari acara Sungkeman, Saweran, Nincak Endog and Huap Lingkung menjadi daya tarik yang luar biasa. Penonton juga terkagum-kagum dengan rangkaian upacara pernikahan adat Bangka yang menonjolkan nilai-nilai keagamaan dan sosial, ujarnya.

Kesakralan prosesi pernikahan yang dilakoni dengan penuh penjiwaan oleh anggota HARPI membawa undangan seolah-olah berada pada hajatan pernikanan yang sesungguhnya. Keindahan dan keunikan gaun pengantin dan perlengkapan adat Sunda dan Bangka membuat para tamu terkesan dan mengagumi keragaman budaya Indonesia.

Nuansa adat Indonesia semakin kental melalui penataan panggung, Ruang Olympia, Hotel Divani Caravel, yang disulap menjadi pelaminan oleh staf KBRI Athena.

Aneka tanaman dan bunga dipadukan dengan dekorasi nuansa Indonesia seperti payung Bali, aneka kain batik dan tenun ikat, wayang orang, perabotan, poster, lukisan dan ornamen lainnya menambah semarak acara tersebut.

Terlebih seluruh panitia baik dari KBRI Athena maupun HARPI mengenakan busana nasional Indonesia yang mengundang perhatian pengunjung.

Pementasan prosesi pernikahan Sunda dan Bangka dipadukan pula dengan persembahan Tari Topeng dan Tari Merak yang dibawakan dengan lincah oleh anggota HARPI, Ny. Mayasari Yudiono.

Para undangan juga merasa tertarik ketika sebelum masuk hall menyaksikan cara membatik yang dipadu-padankan dengan motif tradisional oleh pembatik yang sengaja didatangkan dari Pekalongan sebagai bukti nyata promosi budaya dan wisata.

Selain itu, anggota HARPI lainnya, Ny. Titin Agus Lubis secara khusus menampilkan keahliannya dalam merangkai empat jenis bunga tangan mempelai khas Indonesia.

Sebagai penghargaan kepada para tamu, hasil rangkaian bunga tangan tersebut diberikan kepada Ketua WIC, Olga Roupassdan dan tamu kehormatan lainnya istri Dubes RI untuk Yunani, Ny Anita Rusdi

Acara semakin meriah dengan pagelaran pakaian pengantin tradisional dari 22 daerah oleh Ibu-ibu anggota HARPI.

Peragaan dibuka dengan pakaian pengantin daerah Bali dan ditutup pagelaran pakaian dari Papua dengan iringan lagu Yamko Rambe Yamko dan Gebyar-gebyar.

Peragaan busana menyita perhatian dan mendapat tepukan tangan penonton karena menampilkan pakaian pengantin daerah dan aksesoris yang elegan, terbuat dari bahan, model, corak, dan warna yang bervariasi.

Peragaan busana nusantara ini mampu menginspirasi para undangan yang umumnya kaum wanita dalam memadukan pakaian dan aksesoris serta memilih corak dan mode pakaian yang serasi.

Peragaan tersebut dilanjutkan dengan jamuan santap siang menampilkan kuliner Indonesia atas kerja sama Dharma Wanita dan Hotel Divani Caravel yang diiringi lagu-lagu daerah Indonesia.

Duta Besar RI untuk Republik Yunani, Ahmad Rusdi mengemukakan bahwa kegiatan dimaksud menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia sekaligus menjalin persahabatan antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Yunani, disamping sebagai upaya untuk meningkatkan promosi obyek wisata Indonesia yang beragam.

Dubes Rusdi lebih lanjut menyampaikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, menjunjung tinggi toleransi dan terbuka sehingga lebih mudah untuk berinteraksi dan dikenal oleh bangsa lainnya.

Sementara Ketua HARPI, Ny. Endang Sugiarto menyampaikan agar pergelaran budaya Indonesia ini dapat menjadi jendela bagi warga masyarakat Yunani dan warga asing lainnya untuk melihat secara langsung kekayaan dan keragaman budaya dan tradisi Indonesia.

Disampaikan pula kesuksesan HARPI dalam mematenkan 90 jenis gaya pengantin sebagai kebudayaan asli Indonesia. HARPI merupakan kumpulan perias pengantin dari 33 propinsi yang dibentuk sejak tahun 1974 dengan berbagai kegiatan, telah melanglang buana antara lain ke Kanada, Jepang, China, Korea Selatan, Kairo dan kali ini ke Yunani.

Selanjutnya Ketua International WIC di Athena, Olga Rompas menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Athena yang mendatangkan HARPI dengan memperagakan upacara perkawinan sebagai cerminan budaya Indonesia yang unik dan sangat menghormati nilai-nilai ritual keagamaan dan adat.

Menjelang akhir acara, para tamu secara bergantian meminta foto bersama dengan para model pengantin dan para peraga busana. Berbagai pujian telontarkan saat mereka berpamitan pulang dan ucapan terima kasih atas kenang-kenangan berupa souvenir, tas batik dan brosur pariwisata Indonesia yang diberikan oleh panitia.


Keindahan alam di lokasi wisata Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Selain sebagai tempat rekreasi, lokasi ini banyak dimanfaatkan orang sebagai lokasi pemotretan model atau pengantin.

Sejumlah lokasi wisata di kawasan Bandung Selatan (Bansel) dipadati pengunjung yang mengisi liburan panjang akhir pekan ini. Tak hanya didominasi warga Bandung, lokasi wisata pun disesaki para pengunjung dari luar daerah, terutama warga Jakarta.

Sekarang, kebanyakan yang datang dari Jakarta.

Berdasarkan pemantauan Kompas.com, Sabtu (29/5/2010), tampak kendaraan berplat B memadati sarana parkir di kawasan wisata Kawah Putih, Ciwidey Kabupaten Bandung.

Sejak tanggal 8 Mei lalu, pihak pengelola mulai melakukan perbaikan sarana dan prasana obyek wisata alam ini. Sejumlah fasilitas dibenahi, mulai dari penyediaan sarana transportasi dari pintu gerbang menuju lokasi Kawah Putih Gunung Patuha, yang berjarak sekitar 5 km dan bisa dicapai dengan waktu tempuh 20 menit dengan menggunakan kendaraan.

Peremajaan dan keseriusan pengelola mengembangkan wisata Kawah Putih menjadi lokasi wisata yang diunggulkan mau tak mau berdampak pada biaya tiket masuk yang terbilang lumayan mahal.

Jika sebelum pemberlakukan tarif baru, harga tiket per orang hanya Rp 8.000, kini tarif masuk per orang dibandrol harga Rp 25.000. "Tarif ini masuk dalam paket B, termasuk biaya transportasi menuju lokasi kawah putih," kata salah seorang petugas.

Nah, bila pengunjung menggunakan transportasi sendiri maka masuk dalam Paket A. Biaya yang harus dikeluarkan pun cukup besar, yakni untuk satu kendaraan dengan satu penumpang dipatok harga Rp 165 ribu. Makin banyak penumpang, makin tinggi pula uang tiket yang harus dikeluarkan. Bila satu mobil berisi 7 orang penumpang, maka harga tiket yang dibandrol pun sebesar Rp 275 ribu.

Di lokasi wisata Kawah Putih, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam dengan hamparan pasir putih.

Pada musim liburan panjang, lokasi ini menjadi salah satu kawasan wisata yang cukup diminati. "Sekarang, kebanyakan yang datang dari Jakarta. Kalau orang-orang sini (Ciwidey) jadi malas. Biasa murah, ayeuna mahalna kacida (sekarang mahalnya terlalu)," ujar Dede, salah satu warga yang ditemui di lokasi pintu gerbang lokasi wisata Kawah Putih.

Tak hanya lokasi tersebut, kepadatan pengunjung pun terlihat di lokasi pemandian air panas Ciwalini, Ranca Upas, yang lokasinya tak jauh dari pintu masuk lokasi wisata Kawah Putih.

Para pengunjung tampak memadati lokasi pemandian yang terletak di tengah areal perkebunan teh ini. Di sini, pengunjung cukup membeli tiket masuk sebesar Rp 12.000 per orang. Setiap pengunjung diberi bonus berupa beberapa sachet teh Walini yang merupakan produk dari kawasan tersebut.

Setiap liburan tiba, lokasi pemandian air panas ini selalu dipadati pengunjung. Banyak orang yang meyakini bahwa air panas yang mengandung belerang dari Gunung Patuha itu diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Tak heran, obyek wisata ini masih menjadi primadona di kala liburan panjang tiba. Anda tertarik?

Menuju lokasi wisata di kawasan Bandung Selatan ini, memang tidaklah sulit. Lokasi Kawah Putih dan kolam pemandian Ciwalini, Ranca Upas dapat ditempuh melalui perjalanan sejauh 46 km atau 2,5 jam dari kota Bandung. Bila Anda memalui jalur tol Cipularang, keluarlah di pintu tol Kopo. Kemudian, berbelok ke kanan menuju arah selatan.

Di akhir pekan, perlu diwaspadai simpul-simpul kemacetan yang bakal ditemui di sepanjang jalur menuju lokasi tersebut, di antaranya di kawasan Sayati dan Margahayu.

tersebut di Kampung Asei, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (19/6/2008).

Panitia Festival Danau Sentani (FDS) menggelar uji coba wisata danau yang berlangsung pada Jumat (28/5/2010) dengan tetap mengusung tema utama "Loving Culture For Our Future - Cinta Budaya Untuk Masa Depan".

Tur wisata keliling kampung di bibir danau Sentani berlangsung lancar dan sukses.

"Tur wisata keliling kampung di bibir danau Sentani berlangsung lancar dan sukses. Ini pertanda baik bagi keberhasilan pesta budaya akbar FDS yang digelar 19-23 Juni mendatang," kata ketua Panitia FDS Ir. Anna OSH Sawai di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Sabtu (29/5/2010).

Dijelaskan, uji coba tur wisata ini dibagi dua paket. Paket pertama dengan durasi 5 jam 20 menit, mulai dari Kalkote menuju Kampung Abar, kemudian ke Ajau lanjut kampung Ifale baru ke Nendali dari Nendali ke Rumah Makan Dapur Papua untuk istrahat sekaligus makan siang.

Paket kedua dengan durasi 7 jam 20 menit, dari Gedung Tabita menuju Kalkote kemudian ke Dondai dilanjutkan ke Kampung Abar lalu ke Ajau/Nendali kemudian ke Kampung Nendali. Dari Nendali menuju Rumah Makan Dapur Papua untuk istrahat sekaligus makan siang.

Saat tiba di Dapur Papua para wisatawan yang kembali melakukan tur wisata langsung disuguhkan minuman segar dengan menunjukkan karcis.

Menurut Anna, tur wisata yang dibagi dua yakni Wisata Darat dan Wisata Danau Sentani akan dipandu 30 pelajar yang fasih berbahasa Inggris.

Untuk Wisata Danau Sentani wisatawan akan mengelilingi Danau Sentani dengan singgah di setiap kampung untuk melihat dari dekat aktivitas masyarakat di Danau Sentani, sementara untuk Wisata Darat wisatawan mendatangi tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Jayapura.

Dikatakannya, pada uji coba pertama itu persiapan sudah cukup hanya saja para pemandu harus terus memperlancar bahasa Inggrisnya sehingga pada saat berhadapan dengan wisawan mancanegara, mereka tidak mengalami kesulitan. "Persiapannya sudah cukup matang hanya saja bahasa Inggrisnya perlu dipoles lagi supaya tidak kaku pada saat berhadapan dengan wisman nanti," ujarnya.

Anna menjelaskan, tur wisata ini akan berlangsung terus sepanjang tahun meskipun FDS telah selesai. "FDS boleh berlalu tetapi rangkaian kegiatannya terus dilakukan sampai pada FDS tahun berikutnya yakni pesta budaya FDS 2011," katanya.

Paket FDS dibagi dalam tiga konsep yaitu pagelaran budaya, pameran budaya dan tur wisata.



4613evaluasi1.jpgIbarat macan, peraturan lalu-lintas di Indonesia itu ‘menyeramkan'. Tapi, macannya sudah lansia alias lanjut usia, jadi tak bergigi deh! Aturan yang mestinya ditegakkan masih mleyot. Kita sempat terkejut dengan regulasi lampu utama motor kudu nyala di siang hari. Disusul aturan pemakaian variasi motor wajib standar sesuai bawaan pabrik. Plus, regulasi helm harus ber-Standar Nasional Indonesia alias SNI.

Kini, harusnya tiga aturan itu ditegakkan. Kudu ada hukuman buat pelanggar. Tilang alias bukti pelanggaran, sidang atau denda. "Tapi sulit mengingat karakter pengendara motor Indonesia bandel," ujar Aiptu Jarot dari Lantas Polda Metro Jaya. Benarkah?

LAMPU NYALA KALAU INGAT4614evaluasi2.jpg

Mulai dari aturan lampu utama yang menyala di siang hari. Niatnya, aturan ini untuk melindungi biker itu sendiri. Sebab, motor dinilai ‘masih kurang terlihat' pengendara mobil di siang hari. Jadi, jika terlihat, diharap mengurangi kecelakaan.

Kini penerapannya. Di jalan utama, seperti Jl. Sudirman, di Jakarta, atau Jl. Sudirman di daerah - karena tiap daaerah punya Jl. Sudirman, aturan ini lumayan berjaya. Biker menyalakan lampu utama saat melintas di sana.

Tetapi, di jalan protokol lain - selain kawasan tertib lalu lintas-seperti Jl. Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat atau wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan lampu motor yang berseliweran lebih banyak padam.

"Kalau ini termasuk jalan tikus sih. Saya tiap hari lewat sini. Lampu nyala kalau memang inget. Atau, kalau dari malam lupa dimatikan," ujar Mukharom. Dia tinggal di daerah Kosambi, Tangerang.

Kebayang, nggak jika di jalan perumahan atau jalan berstrata lebih rendah lainnya. Pasti aturan ini tidak berlaku. Menyedihkan, ya! Kesadaran untuk keselamatan diri sendiri masih rendah. Padahal, jika mau, banyak kok bengkel yang bisa membuat lampu utama langsung menyala ketika motor dihidupkan. Apakah reflektor akan cepat rusak? Mungkin! Tetapi, itu jika lampu menyala terus menerus sangat lama! Padahal perjalanan dari rumah ke tempat kegiatan biasanya hanya 1 sampai 2 jam.

HELM ASAL TERLIHAT BAGUS

4615evaluasi3.jpgDari tiga aturan baru dunia biker, rasanya aturan soal helm ber-SNI paling unik. Pada penerapannya, antara polisi dan biker punya pandangan masing-masing. Tak perlu ber-SNI, asal masih bagus, maka dianggap layak dan masih masuk standar.

Aturan ini memang sedikit membingungkan. Sebab, banyak yang berpendapat Standar Nasional Indonesia alias SNI soal helm, jelas masih kalah dari standar dunia seperti DOT atau Snell. Masak pemakai helm bermerk Arai, Shoei, Bell, atau Nolan yang mengaplikasi standar DOT dan Snell ditangkap? Tetapi, kita tidak usah debat-kusir soal itu. Langsung saja pada penerapannya.

Jika melirik ke jalan-jalan berlabel kawasan tertib lalu lintas, mayoritas pengendara sudah menggunakan helm full-face. Jika pun pakai half-face-biasanya dipakai boncenger - tampak bahwa helm itu bermerek nasional. Bukan helm abal-abal. Dan memang, mayoritas dari helm yang dipakai pun ada logo SNI. Meski masih berupa stiker, belum embos, seperti disebutkan dalam aturan.

Namun nampaknya itu bisa terjadi karena di wilayah ini penegak hukum ‘lebih sadis'. Mereka mau menghentikan pengendara yang terlihat pakai helm lusuh, lalu menyuruhnya membeli helm yang sudah berlogo SNI yang diembos.

Coba bergeser sedikit ke jalan ramai lain namun bukan kawasan tertib lalu-lintas. Di wilayah ini, pengertian akan helm SNI mulai bergeser. Menurut Yanto, ojeker mangkal di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, peraturan helm yang dimaksud adalah pemakaian helm full-face. Jadi, jika pengendara sudah memakai helm full-face, berarti sudah mentaati peraturan.

Boncengernya? "Ah, Pak Polisi pasti ‘nauin' (mengerti, red) kalau kita ojek. Sulit minta penumpang pakai helm full-face dari kita. Alasannya, jarak dekat dan takut rambut bermasalah karena helm dipakai ramai-ramai," alasan Yanto.

Weleh-weleh...! Yang lainnya bagaimana? Kali ini mengutip perkataan Aiptu Jarot. Menurutnya, selama helm itu masih terlihat bagus secara fisik, dianggap layak. "Kan tidak mungkin mengecek apakah ada embos SNI atau tidak. Tapi kita tau, helm yang terlihat bagus, pasti bukan helm asal-asalan," bilang Jarot.

Untuk menertibkannya, Jarot hingga kini masih pada taraf mengingatkan. "Kalau pas lagi dekat kita, ya kita panggil. Ingatkan. Kalau aturan ini memang perlu sosialisasi lebih lama," pasrah Jarot.

Namun ada satu yang membanggakan dari aturan ini. Minimal kesadaran biker akan jargon, ‘yang penting pakai helm' sudah berkurang. Helm cetok, atau helm proyek, atau helm tentara yang sekadar nemplok di kepala, tanpa pengait mulai berkurang. Semoga pengendara di jalan perumahan juga pakai helm.

KNALPOT RACING BANYAK KOK4616evaluasi4.jpg

Bicara variasi non-pabrikan, banyak yang diaplikasi tunggangan biker. Dari yang kecil, mulai dari lampu sein dan kaca spion. Hingga paling dibicarakan menyangkut aturan variasi adalah knalpot racing atau free-flow harian.

Yang ini gak usah sampai mensurvey ke Jalan Negara, Provinsi, Kabupaten atau bahkan jalan tikus. Sebab, hampir semua merata. Maksudnya, merata pelanggarannya. Habis..., motor yang berseliweran masih banyak yang menggunakan variasi non pabrikan.

Bicara lampu sein dan kaca spion variasi, banyak dalih yang diungkap pengendara pemakainya. Seperti yang diungkap Kiki Permana, mahasiswa perguruan tinggi swasta di Depok. Menurutnya, kaca spion dan sein variasi itu lebih menarik.

"Bentuknya menarik, ukurannya tidak terlalu besar. Toh kita masih bisa melihat ke belakang. Dan lampu sein masih terlihat kalau menyala," kilahnya.

Padahal, kalau mengintip lampu sein belakang seperti yang dipakai motor V-ixion, Jupiter MX 135LC, dan Ninja 150RR atau 250R, banyak yang alakadarnya. Sangat kecil dan posisinya di bawah sadel.

Dan lagi, karena letaknya tadi, pengendara di belakang jadi sulit menentukan, sebenarnya lampu yang menyala menunjukkan ke arah mana hendak berbelok.

Hal ini diungkap Jerry, produsen knalpot di wilayah Tangerang. Menurutnya, omzet penjualan hanya sempat terganggu sedikit. Tapi kini mulai normal lagi.

"Aturan itu susah ditegakkan. Biar bagaimanapun hak orang untuk menambah performa mesin motornya. Kalau hanya bicara kebisingan, tentu ada solusi agar knalpot free-flow tidak berisik. Lagipula, sulit menentukan mana yang berisik dan tidak. Toh knalpot standar yang dibobok pun akan berisik," bilang pria yang sukanya memakai celana pendek itu.

Satu lagi, pemakai knalpot racing biasanya memilih knalpot itu karena untuk membeli yang asli lebih mahal. Ini dilema! Belum lagi, jika menyangkut mata pencaharian para pengrajin dan pedagang knalpot.

Ujung-ujungnya, kepatuhan terhadap aturan ini adalah paling rendah. Untuk penertibannya, razia, jikapun ada, terhadap pemakaian variasi non pabrikan ini terkesan untuk mencirikan motor yang doyan kebut-kebutan alias balap liar.

Samuel Oktora dan Kornelis Kewa Ama

Cuaca pagi itu begitu mendung. Awan gelap menutupi Laut Sawu. Namun, tanpa diduga, kawanan paus (Physeter macrocephalus) terlihat. Para awak perahu Fato Kelesa pun segera memutar haluan menuju darat karena perahu itu bukan untuk berburu paus.

Mereka segera mengikatkan kain di ujung bambu sebagai tanda sambil berteriak baleo, baleo, ajakan berburu paus. Para lamafa (pemburu paus) yang ada di pantai pun langsung meluncur dengan peledang masing-masing, perahu khusus yang disiapkan untuk memburu paus.

Lamafa Mateus Daen Ebang yang berada di Peledang Baka Tena dengan berani mendekati salah satu paus. Perahunya berhadap-hadapan sangat dekat dengan kepala paus. Dalam posisi yang sangat berbahaya itu, dengan cepat ia menikamkan tempulingnya, bambu panjang berujung besi panjang tajam berkait, ke ketiak paus, yang merupakan titik lemahnya.

Paus melakukan perlawanan. Namun, setelah mendapat serangan dari lamafa lain dan kena empat tikaman, paus itu tak berdaya. Semburannya sudah bercampur darah. Setelah bertarung sekitar 1,5 jam, paus sepanjang 10 meter dan tinggi 1 meter lebih itu pun akhirnya benar-benar tidak berkutik.

Selanjutnya, paus diikatkan pada salah satu sisi perahu dan ditarik ke darat. Warga setempat yang menunggu di pinggir pantai bersorak. Mereka benar-benar mensyukuri tangkapan itu karena sejak digelar Misa Lefa, pemberkatan laut sebagai tanda tibanya musim melaut pada 1 Mei lalu, mereka belum mendapatkan paus buruan.

”Puji Tuhan, rupanya ini berkat yang diberikan bagi masyarakat di sini bertepatan dengan Hari Raya Pentakosta,” kata tokoh masyarakat Desa Lamalera, B, Aloysius Gneser Tapoona, Sabtu (22/5).

Mengasyikkan

Menyaksikan perburuan paus di Lamalera sungguh mengasyikkan. Selain bisa melihat betapa hebatnya nelayan di sana, kita dapat pula merasakan betapa menyatunya masyarakat dengan alam atau sesamanya.

Tak heran, Kataro Kojima, penulis Jepang yang setiap tahun mengunjungi Lamalera, sangat khawatir tradisi ini tertelan zaman seperti di negerinya. Jepang, sekitar abad XVII, juga melakukan perburuan paus secara tradisional. Namun, tradisi itu kini lenyap karena nelayan di Jepang sudah dilengkapi kapal-kapal modern.

”Lamalera milik dunia, bukan hanya milik Indonesia. Jadi, dunia pun harus menyelamatkan warisan budaya ini. Saat ini tradisi perburuan paus secara tradisional hanya ada di Indonesia dan Kanada. Jadi, kalau ingin melihat atau belajar berburu paus secara tradisional, ya ke Lamalera,” kata Kataro.

Perburuan paus di Lamalera bukan sebuah perburuan barbar untuk memenuhi naluri kebinatangan, melainkan sekadar menaklukkan makhluk yang lebih lemah tanpa batas. Tradisi Lamalera menunjukkan peradaban luhur yang sarat nilai.

Tradisi perburuan paus Lamalera diawali misa arwah yang digelar pada Jumat, 30 April, untuk memperingati arwah nelayan Lamalera yang tewas dalam perburuan paus. Sejak tahun 1970, ada sekitar 30 nelayan yang meninggal. Korban sebelumnya tidak terhitung.

Keesokan harinya, Sabtu, 1 Mei, tepat pukul 07.00 Wita, digelar Misa Lefa. Misa berlangsung di tepi Pantai Lamalera, persis di depan Kapela Santo Petrus, yang diapit 27 rumah adat. Sekitar 200 warga hadir dalam upacara itu.

Seusai Misa Lefa, perahu prasso sapang sepanjang 6 meter dan lebar tengah 1,5 meter didorong 14 pria dewasa ke laut setelah diperciki air berkat oleh Pastor Paroki Lamalera Yacobus Dawan Pr. Pelepasan prasso sapang ini membawa pesan kepada makhluk laut bahwa mereka membutuhkan hewan besar untuk barter di pasar.

Perahu pun mengarungi Laut Lamalera atau Laut Sawu. Sekitar 50 meter dari bibir pantai, layar prasso sapang dinaikkan. Tahun perburuan paus pun dimulai. Tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai hari tahun baru nelayan Lamalera.

Menurut Pastor Dr Yan Perason Bataona SVD (67), tokoh kehormatan warga Lamalera, tradisi unik Lamalera ini sudah ada sejak 400-500 tahun silam sebelum gereja Katolik masuk.

Dalam tradisi ini semangat solidaritas terus dipupuk, misalnya melalui pembagian tangkapan. Untuk perburuan kali ini, tangkapan paus dibagikan kepada semua kampung Lamalera yang terdiri atas 1.740 jiwa (466 keluarga). Pembagiannya disesuaikan dengan peran dan strata sosial mereka. Bagian jantung paus, misalnya, untuk yang menikam paus pertama kali dan semua keluarga anggota suku pemilik perahu. ”Saya juga mendapatkan bagian tenarap (ekor) dan fadar (pangkal ekor paus),” kata Kepala Suku Bediona Abel Onekala Beding, yang juga sebagai atamola, arsitek perahu, serta pemilik Peledang Menula Belollo dan Kelulus.

Pada era global yang terbuka ini, warga Lamalera memang tidak bisa menutup diri dari arus luar. Perubahan budaya tak terelakkan. Contoh sederhana adalah cara berpakaian anak-anak remaja. Perempuan Lamalera yang biasanya mengenakan sarung, kefatek, khususnya pada upacara adat, sekarang cenderung mengenakan celana panjang dengan berbagai model.

Dalam konteks itu, mungkinkah tradisi perburuan paus ini bertahan? Menurut tokoh suku Lelaona dan Tuan Perahu Praso Sapang, Martinus Huku, saat ini hanya ada 20 perahu yang masih aktif beroperasi. Jika melihat data 466 keluarga di Lamalera, tidak sampai 5 persen penduduk masih mempertahankan perahu perburuan paus. Apakah ini indikasi mulai pudarnya tradisi tersebut?


shutterstock

Kehadiran anjing peliharaan dikabarkan menjadi salah satu alasan perceraian aktris Sandra Bullock dan suaminya, Jesse James. Konon James merasa keberatan dengan kebiasaan Bullock yang membiarkan anjing-anjing kesayangannya naik ke tempat tidur setiap malam.

Memang tak sedikit para penyayang hewan yang tidur bersama dengan hewan-hewan menggemaskan itu. Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang penduduknya paling suka tidur bersama hewan kesayangan. Menurut survei American Pet Product Association, hampir separuh anjing peliharaan tidur di ranjang majikannya. Sekitar 62 persen anjing kecil dan 62 persen kucing tidur bersama pemiliknya.

Derek Damin, ahli alergi, asma dan imunologi, dari Louisville, menyebutkan, orang yang menderita asma dan alergi seharusnya tidak boleh tidur satu kasur bersama hewan peliharaan, bahkan di kamar seharusnya tidak ada kucing atau anjing.

"Tapi jika Anda tidak menderita alergi, tidur dengan hewan peliharaan tidak apa-apa asalkan tidak sampai mengganggu tidur Anda," kata Damin.

Menurut klinik gangguan tidur Mayo Clinic, hewan peliharaan bisa menyebabkan gangguan tidur. Hampir separuh dari pasien yang datang ke klinik tersebut adalah pemilik anjing atau kucing dan 53 persen mengatakan kucing atau anjing mereka mengganggu tidurnya.

"Ada pasien insomnia yang telah menjalani berbagai pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya. Ternyata penyebabnya adalah karena anjing peliharaannya selalu menggaruk-garuk sepanjang malam," kata Lisa Shives, MD, direktur medis pusat gangguan tidur.

Kehadiran hewan peliharaan di kamar juga bisa mengganggu kehidupan seks, terutama bila salah satu pasangan merasa tak nyaman berhubungan intim dengan dilihat si meong atau si guguk. "Sebaiknya bicarakan dengan pasangan dan pastikan kedua belah pihak merasa nyaman dan tidak terganggu," kata Charles Schmitz, konsultan perkawinan.

Larang sejak awal
Menyingkirkan hewan peliharaan dari kamar tidur ternyata bukan perkara mudah. Inggrid Johnson, dokter hewan, mengatakan jika Anda tidak ingin satu ranjang bersama kucing, jangan pernah izinkan kucing masuk kamar.

"Bagi kucing, seluruhnya atau tidak sama sekali. Jadi, selalu buka pintu untuknya atau sejak awal tutup," katanya. Bila kita tiba-tiba melarang si kucing naik ke tempat tidur, ia akan mulai melakukan tingkah yang mengganggu. "Bila kita mengganggu teritorinya, ia bisa jadi sangat menjengkelkan," tambahnya.

Salah satu trik untuk mengusir si kucing adalah dengan memberinya kesibukan lain untuk dilakukan, misalnya mainan, atau membuka tirai jendela agar ia bisa melihat ke luar. "Lampu-lampu jalan pada malam hari buat kucing atau anjing seperti menonton televisi secara langsung," katanya.

Bagaimana dengan anjing? Pelatih anjing terkenal Victoria Stilwell mengatakan, selama anjing kesayangan kita tidak punya masalah perilaku, boleh saja membiarkannya tidur di kasur. "Anjing hanya mau tidur dengan orang yang ia percaya," katanya. Namun jika anjing Anda memiliki tipe dominan, sebaiknya jangan biarkan ia tidur di kasur.

Pada awalnya mungkin sulit untuk melarang si meong atau guguk untuk pindah tidur, tetapi dengan kesabaran dan konsistensi mereka akan menurut. "Mungkin butuh agak lama untuk kucing mau pindah. Karena itu, sejak awal jangan dibiasakan," kata Stilwell.

DHONI SETIAWAN
Kendaraan roda dua antri mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/5/2010). Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) berencana mengurangi konsumsi BBM bersubsidi yakni premium untuk kendaraan bermotor roda dua dan mewajibkan mereka menggunakan BBM nonsubsidi (pertamax dan pertamax plus) mulai Agustus mendatang. KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN

Pemerintah dipastikan akan mencabut subsidi bahan bakar minyak dalam waktu dekat ini. Namun, mekanisme pencairan subsidi bagi masyarakat dan jumlahnya belum ditetapkan.

Demikian dikatakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, seusai penyerahan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri di Sigli, Nanggroe Aceh Darussalam, Sabtu (29/5/2010).

"Ini masih dalam pembahasan. Memang jumlahnya cukup besar. Tapi, belum dipastikan mekanisme dan jumlahnya," tutur Agung.

Dia mengatakan, pemerintah masih berhitung besaran subsidi yang akan dicabut dan mekanisme pembagiannya kepada masyarakat. Mantan ketua DPR RI ini juga menyatakan, pemerintah tidak bermaksud untuk menyusahkan masyarakat dari golongan ekonomi tertentu dengan pencabutan subsidi ini.

"Pemerintah akan memberikan kompensasi-kompensasi kepada kelompok masyarakat yang terkena dampak. Terutama masyarakat miskin," tuturnya.

Agung mengatakan, pemerintah saat ini terus berupaya untuk mengurangi jumlah penduduk miskin di Indonesia, dari 14,1 persen pada tahun 2009 menjadi hanya delapan hingga 10 persen pada tahun 2014 mendatang. Diharapkan, dengan pencabutan BBM bersubsidi tersebut, target penurunan jumlah penduduk miskin di Indonesia tidak terganggu.

About this blog

About Me

Foto Saya
Bagus Alfiyanto
Mahasiswa yang ga mau repot
Lihat profil lengkapku

Followers

Powered By Blogger

Archive blog