Kepanitiaan KBTBB (Komunitas Basikal Tua Batu Berendam) Melaka, ketika menerima penyerahan bantuan support dari para sponsorship, Jumat (21/5/2010) untuk pelaksanaan Kayuhan Dua Negara.

Dewasa ini, hobi bersepeda telah menarik minat kalangan masyarakat yang semakin luas. Komunitas sepeda tua, misalnya, terus bermunculan di setiap daerah. Dengan adanya teknologi jaringan internet, frekuensi komunikasi lintas komunitas pun terus berlangsung sedemikian tinggi. Hal ini antara lain didorong oleh kebutuhan untuk mengapresiasi dan saling bertukar informasi demi mendapatkan yang terbaik bagi sepeda tua mereka.

Komunikasi yang intens tersebut telah melahirkan jejaring komunitas berskala nasional dalam wadah KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia) sebagai satu-satunya organisasi resmi. Tercatat telah beranggotakan 400-an komunitas dan ratusan ribu partisipan penggemar sepeda tua yang sering disebut Onthelist.

Siaran pers Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) kepada Kompas.com, Kamis (27/5/2010), menyebutkan, adanya wadah tersebut semakin mempererat pertemanan dan memungkinkan bagi komunitas sepeda tua di mana pun berada untuk mengembangkan misi bersama, misalnya menggugah kesadaran masyarakat agar lebih peduli dan mencintai kelestarian lingkungan hidup dan melestarikan budaya bersepeda.

Beberapa event berskala nasional yang digelar secara rutin bahkan juga menarik minat para pencinta sepeda tua di negara tetangga. Terbukti, beberapa kali para penggemar sepeda tua dari Kanada, Belanda dan Malaysia ikut menghadiri perhelatan komunitas sepeda tua di Indonesia. Dari kebersamaan yang terbentuk oleh pertemuan-pertemuan semacam itu, tercetus keinginan untuk menggagas sebuah acara bersepeda bersama, dan ditetapkan berlangsung di Melaka, Malaysia.

KOSTI bekerja sama dengan KBTBB Batu Berendam (komunitas sepeda tua Melaka) akhirnya mewujudkan gagasan tersebut dalam sebuah acara yang diberi nama “Kayuhan Dua Negara”. Acara yang dibatasi untuk 70 peserta dari negeri Indonesia ini segera mendapat sambutan luar biasa dari berbagai komunitas sepeda tua di Indonesia.

Acara yang akan diselenggarakan pada hari Jumat, 4 Juni hingga Minggu, 6 Juni 2010 ini akan dibuka dengan upacara selamat datang, jamuan makan malam dan ramah tamah pada hari pertama, kemudian berkeliling bersepeda di Putra Jaya dan Kuala Lumpur serta mengikuti acara night ride di Malaka pada hari kedua.

Acara bersepeda yang massal baru akan dilakukan di hari ketiga, Minggu, 6 Juni bersama ratusan penggemar sepeda tua yang datang dari berbagai penjuru negara bagian Malaysia. Dan pastinya akan dihadiri dan dibuka oleh pejabat VVIP Malaysia yang diwakili Menteri Besar YAB Datuk Ali Rustam serta Bapak Da’i Bachtiar selaku duta besar yang mewakili Indonesia.

Dimulai start dari Menara Tamingsari menuju bandar raya Malaka, para peserta akan mengayuh sepeda mengunjungi kawasan heritage Gedung Merah/stadhuis, Beteng A Famosa, Kerajaan Malaka, dan kota tua Jungker Street. Mereka juga akan menyusuri pinggiran sungai Malaka, menuju kampong Morten yang masih merepresentasikan kampung tua Melayu.

Acara yang sudah dipersiapkan selama empat bulan ini juga menjadi bagian rangkaian acara Pre Event sosialisasi Kongres Sepeda Indonesia yang akan di selenggarakan di Hotel Sultan & Parkir Timur Senayan Jakarta, 16-18 Juli 2010. yang menjadi barometer perkembangan budaya bersepeda di Indonesia.

Peserta Kayuhan Dua Negara akan bertolak dari Jakarta pada Jumat pagi (4/6/2010) dan akan dilepas oleh Ketua KOSTI, H Daswara Sulanjana dan Ketua Umum Kongres Sepeda Indonesia, Syahrul Effendi yang juga menjabat sebagai Walikota Jakarta Selatan.

0 komentar:

Posting Komentar

About this blog

About Me

Foto Saya
Bagus Alfiyanto
Mahasiswa yang ga mau repot
Lihat profil lengkapku

Followers

Archive blog

Blog Archive